Evaluasi Banjir Dalam Perencanaan Jalan Raya

June 23, 2019
Evaluasi bencana banjir diperlukan dalam suatu perencanaan kegiatan konstruksi baik itu jlan raya, drainase perkotaan ataupun bangunan lainya. Evaluasi banjir perlu terutama di daerah yang menjadi langganan banjir, lantas bagaimana berjalanya proses evaluasi banjir tersebut dan data apa saja yang diperlukan untuk perencanaan selanjutnya.

Sejarah Banjir
Praktek perencanaan jalan raya yang baik menyimpulkan bahwa bencana banjir harus dievaluasi apabila lokasi jalan raya melintasi atau terganggu dataran banjir.
Evaluasi Banjir Dalam Perencanaan Jalan Raya
Ilustrasi Banjir
Sejarah dari banjir pada masa silam dan pengaruhnya pada bangunan yang ada merupakan hal yang sangat berharga pada saat mengevaluasi bencana banjir, termasuk informasi yang diperlukan untuk menghitung besarnya bangunan.
Pekerjaan pengendalian banjir dan data perencanaan guna tanah relatif terhadap ketinggian banjir yang berbahaya dan berkurangnya debit banjir juga merupakan bagian yang diperlukan dalam evaluasi bencana banjir.
Banjir-Banjir Bersejarah
Banjir-banjir besar yang dialami sebelum dimulainya rekaman atau sebelum berkembangnya teknologi seperti HP dan alat perekam lainya sering dinamakan banjir bersejarah.
Untuk menjelaskan hal tersebut, perlu menentukan periode tahun, di mana banjir tersebut terjadi, demikian pula besarnya, agar informasi tersebut dapat sepenuhnya dimanfaatkan.
Beberapa informasi mengenai banjir pada masa lalu biasanya dapat diperoleh dengan membaca surat kabar lama, penduduk yang lama tinggal di sana, dan sumber-sumber lainnya.
Sering, orang yang berpengalaman dari Survef Geologi dan lembaga lain yang mempelajari banjir dapat mencarikan tanda-tanda banjir atau kejadian lain yang positif dari banjir bersejarah.
Perubahan-perubahan dalam saluran dan kondisi daerah aliran sungai harus dievaluasi sesuai dengan banjir bersejarah sampai saat ini.
Banjir bersejarah yang amat besar merupakan data berharga dalam analisis frekuensi banjir, terutama apabila rekaman stasiun pengukur amat pendek.
Data Banjir
Banyak data aliran arus dan yang berkaitan dengan banjir tersedia pada insinyur atau sarjana teknik terutama teknik sipil jalan raya. Sebagian besar data aliran arus diperoleh dari Geological Survey di berbagai stasiun pengukuran di seluruh Amerika Serikat.
Data ini dan yang dikumpulkan oleh lembaga-lembaga lain dipublikasikan secara periodik dalam rekaman air permukaan dari Geological Survey dan tersedia di kantor-kantor lokal.
Semua sumber-sumber ini dapat memberikan bantuan dan informasi tambahan yang berharga dan dapat dimanfaatkan, namun, kadang-kadang ada kekurangan kalau data-data ini diperbandingkan.
Hal ini menunjukkan perlunya verifikasi dan evaluasi data banjir tanpa memandang sumbernya. Perkembangan dalam daerah aliran sungai harus dievaluasi sebelum menggunakan data banjir lama.
Proyek Pengendalian Banjir
Salah satu tujuan utama dari proyek pengendalian banjir adalah mengurangi kerusakan akibat banjir yang luar biasa dan jarang terjadi. Beberapa metode telah digunakan untuk memecahkannya seperti bendungan penampung, levees, modifikasi saluran, dan diversi banjir.
Metode pengendalian harus dipelajari, terutama pengaruhnya pada besarnya banjir, dalam mengevaluasi kerusakan banjir potensial dalam perencanaan jalan raya.
Ruang penampungan yang dicadangkan untuk air banjir harus diperhitungkan dalam mengurangi pembukaan jalan air dari bangunan jalan raya dari ukuran normal yang diberikan.
Sejarah Banjir dari susunan yang ada
Bangunan yang telah ada beberapa tahun telah mengalami banjir-banjir yang luar biasa. Kalau bangunan yang ada terletak di kawasan bangunan jalan raya yang diusulkan, pengawasan di lapangan mungkin dapat menunjukkan tinggi banjir dan kerusakan yang telah terjadi.
Baca:
Para saksi mata dan penelitian pada rekaman perbaikan mungkin sangat membantu dalam mengevaluasi banjir pada masa silam pada bangunan.
Elevasi air yang tinggi, yang ditunjukkan oleh endapan pada reruntuhan, dari garis biji-bijian atau garis lumpur di cabang-cabang pohon dan tiang-tiang jembatan, oleh garis luapan air atau garis ranting-ranting kecil pada tepi sungai, oleh patahan rumput atau jerami yang menempel di batang atau pagar dan oleh akibat banjir lain seperti pengikisan (erosi) atau sapuan , dapat memberikan informasi tentang datangnya debit banjir dan tahap-tahap banjir andal untuk digunakan dalam merencanakan bangunan yang diusulkan.
Banyaknya hal-hal yang kurang jelas tentang kejadian banjir seperti endapan besar sampah atau garis luapan air tidak pasti harus menunjukkan tingkat puncaknya yang sebenarnya.
Biasanya, puncak sebenarnya kadang-kadang lebih tinggi dari apa yang ditunjukkan oleh tanda-tanda yang agak suram, kecuali tanda demikian dipengaruhi oleh mencuat atau rebahnya pohon atau semak-semak setelah banjir.
Wawancara dengan pekerja perbaikan jalan raya dan penduduk yang lama tinggal di kawasan tersebut akan sangat bermanfaat.
Rekaman penampilan bangunan drainase selama banjir, termasuk fotofoto, berharga untuk digunakan dalam merencanakan bangunan yag diusulkan dan untuk menentukan modifikasi pada bangunan yang mungkin dapat mengurangi biaya perbaikan atau menaikkan keamanan.
Rekaman demikian juga bermanfaat dalam mempertahankan dari pemerintah mengenai tuntutan kerusakan yang diakibatkannya.
Rekaman tersebut meliputi:
1)   Tinggi banjir maksimum, sebelah hulu nraupun hilir dari tanggul beberapa titik dari tiap tiang penopang.
2)   Distribusi aliran dan perkiraan kecepatan dalam berbagai bagian arus. Besar relatif aliran tepi sungai dan bagaimana kembali ke saluran
3)   Arah aliran dibandingkan terhadap pilar dan saluran bertingkatan rendah
4)   Ukuran ombak dan konsentrasi yang teramati. Tanda-tanda pada kebersihan tinggi bebas
5)   Lamanya banjir
6)   Besarnya banjir dan hubungannya dengan banjir-banjir yang tercatat lainnya.
7)   Tinggi air pada gorong-gorong.
8)   Pembasuhan, erosi dan endapan sedimen atau pasir
9)   Kerusakan pada bangunan dan sifat-sifat berdekatan
Semua pengamatan ini mungkin tidak diperlukan oleh setiap bangunan. Ukuran bangunan, besarnya banjir, luasnya kerusakan atau kemungkinan tuntutan hukum dapat menentukan luasnya pengamatan.

0 komentar