Bagaimana Pesawat Bisa Terbang Dan Berapa Ketinggian Jelajah Pesawat

June 14, 2019
Dilihat dari majunya dan modernnya teknologi saat ini, pesawat terbang atau pesawat udara merupakan sarana transportasi yang paling cepat bila dibandingkan dengan transportasi lainnya, misalnya transportasi darat dan transportasi airl laut. 
Sebuah pesawat jet komersial Boeing 747 , misalnya dapat terbang dengan kecepatan pesawat mencapai 625 mph atau sekitar 1.000 kilometer per jam. Selain itu, pesawat jenis ini mampu mengangkut lebih dari 500 penumpang pada ketinggian jelajah antara 30.000-45.000 kaki di atas permukaan laut, atau 9100-13.100 meter di atas permukaan laut.
Kehadiran transportasi udara telah membawa perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan umat manusia. Dunia terasa semakin sempit. Jarak tempuh antar kota yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari, sekarang dapat ditempuh kurang dari 24 jam, bahkan yang terjauh jaraknya sekalipundi dunia ini.
Bagaimana Pesawat Bisa Terbang Dan Berapa Ketinggian Jelajah Pesawat
Pesawat Terbang
Dengan adanya kelebihan-kelebihan tersebut, jutaaan manusia di dunia kini banyak menggunakan jasa angkutan udara sebagai sarana transportasi. Selain itu, pesawat terbang juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti untuk pemadam kebakaran hutan, penyemprot hama tanaman, dan sebagainya.
Bagaimana Pesawat Bisa Terbang
Bagaimana Pesawat Bisa Terbang? Sebelum mempelajari lebih dalam tentang transportasi udara, ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebuah pesawat dapat terbang atau bergerak di udara.
Ada empat sumber kekuatan yang berpengaruh terhadap sebuah pesawat sehingga dapat bergerak di udara. Kekuatan tersebut adalah:
-        Daya tarik ke bawah bumi (Gravity)
Gravity adalah daya tarik ke bawah, biasa juga disebut daya tarik bumi, maksudnya adalah kekuatan alamiah yang menarik pesawat ke tanah
-        Daya mengangkat (Lift)
Lift adalah daya mengangkat untuk melawan daya tarik bumi. Daya mengangkat yang diciptakan ini dapat terjadi karena gerakan sayap pesawat di udara.
-        Daya ke belakang (Drag)
Drag merupakan daya alamiah yang menarik ke belakang sehingga menahan gerak maju pesawat.
-        Daya mendorong (Thrust)
Thrust adalah daya dorong yang diciptakan untuk melawan kekuatan daya tarik, sehingga pesawat dapat bergerak ke depan.
Jika salah satu dari kekuatan berubah, pesawat akan bergerak, naik, turun, miring, atau berputar. Apabila daya mengangkat sama dengan daya tarik ke bawah (lift sama dengan gravity), dan daya tarik ke belakang sama dengan daya mendorong (kekuatan drag sama dengan thrust), maka pesawat akan berada pada posisi rata.
Baca:
Dalam dunia penerbangan kondisi ini dikenal dengan istilah cruising flight. Prinsip inilah yang mendasari terciptanya pesawat terbang, baik jenis pesawat propeller (baling-baling) maupun yang menggunakan mesin jet.
Ketinggian Jelajah Pesawat Terbang
Perbedaan ketinggian jelajah pesawat terbang disebabkan oleh:
-        Jenis pesawat yang digunakan (type of aircraft)
-        Keadaaan cuaca (weather condition)
-        Lalu lintas jalur penerbangan (air trffic)
-        Wilayah udara yang diterbangi
-        Jarak penerbangan
Pesawat jet berbadan lebar untuk penerbangan jarak jauh/long range jets biasanya terbang pada ketinggian jelajah antara 30.000-45.000 kaki.
Pesawat jet ukuran sedang/medium range memiliki ketinggian jelajah lebih rendah, yaitu antara 30.000-35.000 kaki, tergantung dari jarak yang ditempuh.
Pesawat supersonik (concorde) terbang pada ketinggian jelajah antara 50.000-60.000 kaki.
Ketinggian jelajah pesawat terbang biasanya diukur dari atas permukaan laut dengan menggunakan sistem perhitungan kaki (feet).
Kecepatan jelajah pesawat terbang dikenal dengan cruising speed. Cruising speed pesawat jet komersial rata-rata sekitar 600 mph (km/jam).
Pada ketinggian di atas 30.000 kaki suhu udara di luar pesawat bisa mencapai 50-60 derajat Celsius di bawah nol.
Secara alamiah tekanan udara di atas permukaan laut lebih besar dari tekanan udara di angkasa. Semakin tinggi kita berada, tekanan udara semakin renah dan mengakibatkan napas kita menjadi sesak serta telinga terasa sakit sekali. Untuk mengatasi dan mengantisipasi hal tersebut, kabin pesawat terbang perlu dilengkapi dengan oksigen dan tekanan udara yang stabil dan konstan.
Kini semua pesawat udara komersial yang diproduksi dilengkapi dengan:
1)   Oksigen dan tekanan udara yang stabil di dalam kabin
2)   Sistem navigasi elektronis
3)   Sistem pengindraan jarak jauh berupa radar yang canggih
4)   Sistem komunikasi radio dua arah (two way communication).
Sistem radar mampu mendeteksi keadaan cuaca, badai, hujan dan berbagai rintangan di udara pada jarak 100 mil (160 km). sehingga penerbangan dapat terhindar dari badai topan dan cuaca buruk.
Dengan demikian, penumpang dapat menikmati penerbangan dengan aman dan nyaman. Sistem komunikasi dua arah dipergunakan untuk hubungan komunikasi timbal balik darat-udara-darat, atau dengan pesawat lainnya.
Dalam keadaan darurat pesawat terbang dapat tetap mempertahankan ketinggiannya, meskipun mesin hanya berfungsi 50%.
Untuk menghadapi segala kemungkinan, misalnya pendaratan darurat, baik di darat maupun di laut, pesawat komersial dilengkapi dengan sarana dan prasarana keselamatan penerbangan (live saving equipment) yang baku dan canggih dan awak pesawat yang terlatih dan terampil.
Untuk menghentikan laju pesawat ketika melakukan pendaratan tidak cukup hanya bergantung pada kekuatan rem yang ada pada roda pendaratan.
Semua pesawat yang sedang melakukan pendaratan, mengeluarkan bunyi gemuruh. Bunyi gemuruh tersebut berasal dari mesin pesawat yang bernama spoiler untuk membantu menghentikan pesawat.

0 komentar