Proses Pekerjaan Pondasi Caisson Pada Jembatan 200 Meter | SITUS TEKNIK SIPIL

Proses Pekerjaan Pondasi Caisson Pada Jembatan 200 Meter

Jalan merupakan prasarana yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat di dalam kegiatan pembangunan terutama untuk pembangunan – pembangunan wilayah. Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya mengenai perhitungan pilar jembatan. Tujuan utama rencana pembangunan akses jalan ruas jalan Ciawi – Singaparna adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Pada pelaksanaannya, akses jalan ruas Ciawi – Singaparna melewati beberapa lembah dan sungai yang dalam maka diperlukan pembangunan beberapa jembatan untuk menyambungkan jalan tersebut. Salah satu jembatan yang dibangun adalah Jembatan Cibereum.

Proses Pekerjaan Pondasi Caisson Pada Jembatan 200 Meter
Pekerjaan Pondasi Caisson
Pada postingan ini saya akan memaparkan proses pekerjaan pondasi hal yang meliputi dari aspek perancangan, pelaksanaan dan pengawasan, dibawah ini merupakan bentuk laporan dari ke tiga aspek tersebut.
Standar Peraturan dan Kriteria Disain
1)  Standar Peraturan
Analisis yang dilakukan merujuk pada standar dan peraturan sebagai berikut:
a)  Bridge Management System (BMS)
b)  Standar Nasional Indonesia (SNI – 2002)
c)  Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan Jalan Raya (SNI 03 – 2833 – 1992)
d) American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO)
e)  American Concrete Institute (ACI – 318 – 99)
2)  Kriteria Disain
Allowable Stress Design (ASD) berdasarkan teori elastis dan Ultimate Stress Design (USD) akan digunakan dalam perhitungan perancangan jembatan Ciawi - Singaparna. ASD digunakan dalam perhitungan pondasi sedangkan USD digunakan dalam perhitungan penulangan dan disain balok prategang.
Untuk analisis struktur didasarkan pada teori elastik. Statik analisis akan diterapkan pada perhitungannya, begitu juga untuk beban dinamik seperti angin, gempa dan impact perhitungannya didasarkan pada pendekatan statik ekuivalen.
Spesifikasi Teknis Material
Material utama yang digunakan adalah beton dan tulangan baja. Modulus elastisitas baja adalah 2,1 x 106 kg/cm2 sedangkan modulus elastisitas beton adalah 15000 fc1/2 kg/cm2.
Tulangan baja dan tegangan lelehnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Standar Indonesia
Tegangan Leleh (kg/cm2)
BJTD24
BJTD40
2400
4000

Mutu Beton dan tegangan ijinnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel Mutu Beton dan Tegangan Ijin
Deskripsi
Basic Design Strength (kg/cm2)
Mutu beton untuk pilar
Mutu beton untuk abutment
Mutu beton untuk pile cap, pelat
injak, bored pile
K – 300
K – 250
K – 250

Konsep Perancangan
Konsep perancangan konstruksi jembatan didasari oleh data – data yang berkaitan langsung dengan kondisi eksisting lapangan proyek seperti data topografi, survey tanah, survey lalu lintas, data beban yang akan melewati konstruksi tersebut. Sebelum mulai perencanaan, seluruh datadikumpulkan dan dianalisa dan dapat direkomendasikan suatu acuan tertentu dari masing-masing disiplin ilmu, maka dimulailah tahap perencanaan detail dengan merangkum atau menginterpretasikan seluruh hasil survey.
Dari interpretasi hasil survey akan muncul beberapa alternatif tipe jembatan yang disertai keuntungan dan kerugiannya, kemudian dari beberapa alternatif tersebut dipilih tipe jembatan terbaik, setelah itu akan dibuatkan detail perencanaan dan spesifikasi teknisnya. Hal tersebut akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek.
Dalam proyek pembangunan jembatan cibereum, tipe jembatan yang digunakan adalah jembatan beton prategang. Jembatan beton prategang merupakan suatu bangunan yang dipergunakan untuk melintasi rintangan yang berupa sungai, lembah, jurang, danau dan jalan raya, harus direncanakan dengan menggunakan jenis struktur dan bahan konstruksi yang tepat sehingga dicapai optimalisasi perencanaan sesuai dengan fungsinya.
Struktur yang ditinjau penyusun adalah pondasi caisson dan pile cap, keduanya merupakan bagian struktur bawah sebuah jembatan. Struktur bawah jembatan harus direncanakan secara benar terhadap aspek kekuatan dukung dan stabilitas, sebagai akibat beban struktur atas dan tekanan tanah vertikal ataupun horizontal dan harus mengikuti aturan-aturan yang ditentukan dalam peraturan jembatan.
Pondasi Caisson
Pada umumnya pondasi caisson terbuat dari beton bertulang atau beton pracetak. Pondasi caisson yang umum digunakan pada pekerjaan jembatan di Indonesia adalah dari silinder beton bertulang dengan diameter 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm. Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penurunan dinding caisson yang dicor di tempat atau pracetak yang terdiri unit-unit beton pracetak. Penurunan dilakukan dengan menggali sedikit demi sedikit di bawah dasarnya. Berat beton pada caisson memberikan gaya vertikal untuk mengatasi gesekan (friction) antara tanah dengan beton, dan dengan demikian caisson dapat turun.
Ketepatan pematokan pada caisson sangat penting karena tempat yang digunakan oleh caisson sangat besar. Akibat kesalahan pematokan, bersama-sama dengan kemiringan yang terjadi pada waktu caisson diturunkan, dapat menyebabkan caisson itu berada di luar daerah kepala jembatan atau pilar. Hal ini merupakan tambahan pekerjaan untuk memperbesar kapala jembatan atau pilar, dan akan meneruskan beban vertikal dari bangunan atas ke bangunan bawah secara eksentris.
Garis tengah memanjang jembatan dan garis tengah melintang dari caisson harus ditentukan dan dioffset sejauh jarak tertentu untuk memastikan bahwa titik - titik referensi tersebut tidak terganggu pada saat pembangunan caisson.
Jenis pondasi caisson yang digunakan pada pembangunan jembatan cibereum adalah jenis pondasi caisson silinder (Circular Caisson) dengan diameter 350 cm dan kedalaman yang bervariasi.
Pile Cap
Pile Cap adalah konstruksi bangunan yang dirancang untuk mengikat dan mempersatukan beberapa pondasi. Pile cap juga berfungsi untuk menyalurkan dan mendistribusikan beban – beban dari struktur bangunan yang diterima oleh kolom ke pondasi. Dimana beban – beban dari struktur bangunan yang diterima oleh kolom diteruskan ke pile cap. Selain itu apabila terjadi eksentrisitas dapat diatasi dengan mempertebal dimensi pile cap, sehingga beban akan tetap tersebar secara merata ke pondasi dibawahnya sesuai dengan daya dukung yang dijinkan.
Perancangan Konstruksi
Konstruksi yang akan dibahas dalam penulisan laporan ini, yaitu konstruksi struktur bawah jembatan pada pekerjaan pondasi caisson dan pile cap. Material yang digunakan pada setiap pekerjaan harus melewati proses penngendalian mutu terlebih dahulu, baik material alam maupun material pabrik.
Material alam merupakan semua material yang diperoleh dari penambangan setempat atau quarry diluar lokasi sedangkan material pabrik antara lain terdiri dari aspal, semen, triplek/plywood, baja tulangan, dan lain lain. Proses pengendalian mutu untuk kedua jenis material tersebut dapat dilihat pada alur, sebagai berikut:
Mulai à Survey dan ambil sampel material à Penyampaian contoh material yang dibutuhkan (termasuk hasiltest) à Inspeksi material apakah sesuai spesifikasi à ya à Persetujuan Material à Pengadaan Material à Selesai.
Tinjauan Pelaksanaan Proyek
Dalam pembahasan ini, akan dibahas mengenai pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan Jembatan Cibereum. Jembatan Cibereum merupakan salah satu jembatan yang harus dibangun pada Proyek Pembangunan Jembatan pada Ruas Jalan Ciawi – Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.
Pekerjaan Pondasi Caisson
Pondasi caisson adalah suatu bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang. Jenis pondasi dalam yang dicor ditempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Jumlah titik pondasi caisson pada pekerjaan Jembatan Cibereum adalah sebanyak 6 titik.
Konstruksi pondasi caisson pada pekerjaan jembatan cibereum memiliki volume yang berbeda – beda. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan kedalaman pada setiap titik pondasi caisson. Spesifikasi untuk struktur pondasi caisson adalah sebagai berikut:
Type        : Pondasi Caisson Silinder
Mutu Beton : K-250 (f’c 20), K-175 (f’c 15)
Baja Tulangan     : BJTD40 fy = 4000 kg/cm2 D13, D19
Slump      : 10 + 2
Diameter    : 350 cm
Kedalaman  : Variasi
Pada pelaksanaannya mutu beton K-175 diganti oleh mutu beton K-250. Hal tersebut dilakukan agar pengecoran dilakukan hanya 1 tahap sehingga mempercepat proses pelaksanaan. Ruang lingkup pada pekerjaan pondasi caisson meliputi pekerjaan persiapan dan pekerjaan pelaksanaan.
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan pada pekerjaan pondasi caisson meliputi persiapan alat, persiapan bahan dan persiapan tenaga kerja.
Persiapan Alat
1)  Pekerjaan Penentuan titik pondasi caisson
Alat yang digunakan:
a)  Theodolite
b)  Prisma
c)   Tripod
2)  Pekerjaan Galian menggunakan excavator
Alat yang digunakan:
a)  Excavator
3)  Pekerjaan Galian menggunakan tenaga manusia
Alat yang digunakan:
a)  Pacul
b)  Linggis
c)   Palu
4)  Pekerjaan Pembekistingan
Alat yang digunakan:
a)  Palu 
b)  Treck Stang
c)   Meteran
d)  Gergaj
5)  Pekerjaan Penulangan
Alat yang digunakan:
a)  Bar Bender
b)  Bar Cutter
6)  Pekerjaan Pengecoran
Alat yang digunakan:
a)  Concrete Pump 
b)  Truck Mixer
c)   Vibrator
Langkah - Langkah Pekerjaan Pelaksanaan Pondasi Caisson
1) Memahami gambar kerja agar tidak terjadi perbedaan antara pelaksanaan dan perencanaan
2)  Menentukan titik koordinat pondasi caisson oleh tim survey
3)  Setelah mengetahui koordinat pondasi caisson, tanah mulai digali dengan menggunakan excavator sedalam + 4 m
4)  Setelah digali dengan menggunakan excavator, tim survey mengecek elevasi pada titik pondasi caisson untuk mengetahui sisa kedalaman galian.
5) Setelah sisa kedalaman galian diketahui, pekerjaan galian dilanjutkan oleh tenaga manusia sampai mencapai elevasi rencana.
6)  Jika terdapat air tanah saat pekerjaan galian, pompa air tanah sampai kering sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan
7) Setelah kedalaman mencapai elevasi rencana kemudian dilakukan pemasangan acuan dan perancah yang dilakukan oleh tukang kayu.
8) Setelah pemasangan acuan dan perancah, dilanjutkan pada pekerjaan penulangan yang dikerjakan oleh tukang besi.
9)  Setelah pekerjaan penulangan, dilakukan pengecekan tulangan apakah tulangan yang terpasang sudah sesuai dengan gambar kerja.
10) Setelah pengecekan tulangan, dilakukan pengecoran beton mutu sedang K-250 atau f’c 20 slump 10 + 2. Pengecoran dilakukan sekaligus pada 2 titik pondasi caisson.
11) Setelah pengecoran mencapai tinggi 1 m pada setiap titik pondasi caisson, pengecoran dilanjutkan sambil memasukan batu belah oleh pekerja.
12) Setelah mencapai tinggi 5,5 m, pengecoran dilanjutkan kembali sampai selesai tanpa menambahkan batu belah
13) Pada saat pengecoran berlangsung dilakukan pengujian slump dan pembuatan benda uji kuat tekan beton.
14) Setelah Pengecoran Selesai, dilakukan pembongkaran acuan dan perancah oleh tukang kayu. Pembongkaran dimulai dengan membongkar perancah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membongkar acuannya.
15) Setelah pembongkaran acuan dan perancah, pondasi caisson ditimbun kembali oleh tanah dengan menggunakan excavator sampai mencapai elevasi rencana.
Dibawah ini merupakan uraian pelaksanaan pekerjaan agar lebih memahami dan mudah dimengerti.
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah meliputi pengukuran, land clearing, penggalian, pengurugan, pemadatan tanah.
Pengukuran dan Pematokan
1)  Kegiatan ini meliputi pekerjaan pengukuran untuk pemasangan patok-patok sehingga membentuk garis - garis yang sesuai dengan gambar.
2) Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan dan kebenaran pengukuran.
3) Tim pengawas akan memberikan titik acuan sebagai dasar pengukuran titik koordinat.
4) Atas tanggungan sendiri kontraktor harus mengadakan survei dan pengukuran tambahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
5)  Setiap tanda yang di buat oleh tim pengawas ataupun oleh kontraktor harus dijaga baik – baik.
Land Clearing (Pembersihan dan Kupasan)
Pekerjaan ini mencakup penggalian, penimbunan dan pemadatan atau pembuangan material sisa.
1)  Pembersihan terhadap semak-semak dan pohon yang berada pada lokasi proyek
2)  Pekerjaan stripping atau galian tanah existing
3)  Pekerjaan galian tie beam & pile cap
4)  Pekerjaan pecah batu
5)  Bekas- bekas hasil kupasan, tanaman, dan semak-semak, diangkut ke luar area proyek.
Pekerjaan Pondasi
1)  Pekerjaan Persiapan.
Pekerjaan persiapan tersebut meliputi:
a)  Pembuatan Direksikeet dan Work Shop
Direksikeet atau kantor lapangan yang dilengkapi perlengkapan meja, kursi, papan tulis, alat tulis, dan work shop khusunya disiapkan untuk perakitan besi atau rebar yang ditempatkan ditempat terbuka.
b)  Pekerjaan Besi 
Pekerjaan besi lebih awal dikarenakan sebelum pengerjaan pengalian dimulai, meliputi pembuatan tulangan utama.
2)  Penentuan Titik Pondasi (Surveying)
Pekerjaan survey ditujukan untuk membuat titik – titik yang akan digali, penandaan titik dipakai potongan besi atau kayu, titik – titik ini merupakan hasil perhitungan dan pengukuran dari gambar ke lapangan dengan menggunakan alat theodolite.  Titik – titik yang telah dibuat dijaga agar tidak bergerak atau bergeser, maka sebaiknya patok tersebut ditanam rata tanah dan diikat rafia atau tambang sehingga titik tersebut dapat dengan mudah didapat kembali. Pada pekerjaan Pondasi Caisson ini sistem penggalian yang baik perlu mendapat perhatian karena hasil penggalian yang baik akan mempermudah dalam pengerjaan nanti.
3)  Pekerjaan Galian Tanah Untuk Pondasi Caisson
Pekerjaan galian tanah ini dilakukan dengan mengunakan backhoe. Pada pekerjaan ini    tanah digali dengan kedalaman dan diameter yang sesuai dengan keadaan tanah dan gambar rencana. Adapun alat yang digunakan pada pekerjaan galian ini adalah backhoe, cangkul dan lain-lain.
a)  Metode pelaksanaan pekerjaan galian pondasi adalah sebagai berikut:
b)  Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok dan bowplank pada area tanah asli yang akan digali dan diberi tanda berwarna / dicat
c)  Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali yang mengacu pada bowplank
d)  Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada bowplank untuk kerapian dan kelurusan galian tanah agar dimensi pondasi terpenuhi
e)  Menyiapkan bak ukur yang standar untuk mengukur kedalaman dari galian tanah
f)   Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia (Man Power)
g)  Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai kebutuhan pas. pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur memanjang dan melintang bangunan Ex. 
4)  Pemasangan Bekisting
Pemasangan bekisting harus rapih, kuat, dan kaku, karena untuk menahan gaya getaran dan kejutan yang diterima pada saat pengecoran sehingga tidak berubah bentuk atau dimensi. Bahan yang digunakan menggunakan kayu dan triplek serta paku, yang pengerjaannya dicetak atau dibentuk dulu diluar dengan diameter sesuai gambar rencana.
5)  Pemasangan Tulangan
Pada pemasangan tulangan ini ada dua jenis tulangan yaitu tulangan pokok dan sengkang serta pemasangannya dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana. Penulangan dilaksanakan ditempat dan pengerjaannya satu persatu untuk memudahkan para pekerja dan hasilnya sesuai dengan yang direncanakan.
6)  Pengecoran
Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting harus dicek terhadap kelurusan baik arah vertical maupun horizontal, setelah itu baru pengecoran dilaksanakan. Pengecoran ini mengunakan beton ready mix dengan mutu beton K – 250 dan k – 175 Mpa. Alat yang digunakan meliputi: mobil ready mix dan bucket concrete beserta pompa beton, vibrator dll.
7)  Pembongkaran bekisting
Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah beton mengalami periode pengerasan dan seijin dari konsultan pengawas atau site manager. Adapun peralatan yang digunakan: Drilling, Kelli bar, Auger, Bucket bor, Bucket cleaning, Stell casing, Vibro hammer 60 KW, Service crane crawler 50 ton, Stel plate, Pipa tremi + corong tremi L = 18 m, Truck (transport soil disposal, material lainnya), Excavator, Dump truck, Pick up dan lain-lain.
Setelah semua materi saya tuliskan semoga pembaca dapat memahami dan mempunyai informasi yang berguna baik secara langsung di lapangan pada pekerjaan pondasi caisson dan pile cap ataupun untuk perkuliahan, demiakian tulisan saya yang meliputi aspek perangcangan, aspek pelaksanaan dan aspek pengawasan, intuk perhitungan pondasi caisson akan saya posting dilainwaktu, sekian dan terimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Pekerjaan Pondasi Caisson Pada Jembatan 200 Meter"

Post a Comment