Pemanfaatan Dan Bahaya Sinar Ultra Violet

May 03, 2019
Setelah postingan berkaitan dengan inframerah, sekarang mulai dengan pembahasan ultra violet. Pemanfaatan ultraviplet dijelaskan dengan lengkap di postingan ini, berikut merupakan pendahuluan dari radiasi cahaya UV.

Ultra Violet
Ultra violet (UV) memiliki panjang gelombangnya (λ) lebih pendek dari pada sinar tampak. UV diklasifikasikan menjadi 3 yaitu UV-A (λ=315 hingga 400 nm), UV-B (λ = 280 hingga 315 nm), UV-C (λ =1OO hingga 280 nm).
Aplikasi radiasi UV seperti industri foto kimia, curing dan pengerasan pada polimerisasi (proses pembuatan plastik), litografi dan reprografi, aplikasi dekoratif pada lampu untuk keperluan iklan, disinfeksi, penjebak serangga, fotomeri, pencoklat kulit seperti pada orang kulit putih yang berjemur.
Pemanfaatan UV
Pemanfaatan UV diantaranya bisa untuk proses polimerisasi, pendeteksi, disinfeksi, penjebak serangga, terapi sinar. Dibawah ini merupakan pemaparan dari setiap itemnya.
UV Untuk Proses Polimerisasi
Polimer terbentuk karena bersambungnya monomer-monomer dalam jumlah besar pada proses polimerisasi. Polimerisasi rnengubah sifat kimia dan fisik bahan monomer, menaikkan titik leleh, memperendah kemampuan larut.
Pada proses polimerisasi, baik proses adisi, atau kondensasi diperlukan suatu aktivaror. UV dapat digunakan sebagai aktivator menggantikan bahan kimia dalam proses polimerisasi demikian pula dalam hal pengerasan polimer (karena terjadi sambungan silang antar monomer yang meruang).
Pegeringan dan pengerasan lapisan polimer seperti cat, vernis, atau cetakan bahan plastik dapat dipercepat dengan memanfaatkan UV.
UV Untuk Pendeteksi
UV dapat digunakan untuk pengamatan tanpa merusak terhadap benda yang yang terbuat dari logam, yaitu mendeteksi keretakan. caranya, melapisi permukaan logam dengan bahan fluoresen, kelebihan bahan fluoresen pada permukaan logam kemudani dibersihkan.
Selanjutnya jika logam disinari dengan UV bagian yang retak akan terlihat berupa garis yang luminansinya lebih terang dibanding sekelilingnya. Cara yang sama bisa digunakan terhadap printed circuit boards (pcb).
Untuk mendeteksi keretakan bagian di bawah permukaan bahan magnetik dilakukan degan cara melapisi permukaan bahan magnetik dengan serbuk besi yang dicampur bahan fluoresen.
Apabila permukaan magnet diisinari dengarn UV maka bagian yang retak tampak luminansinya lebih rendah (redup) dibanding bagian yang tidak retak.
UV juga dapar digunakan untuk keperluan lain seperti, mendeteksi kerataan pelapisan cat atau dempul pada logam, kualitas produk pada industri tekstil, analisis kimia, pemeriksaan keberadaan bakteri pada produk makanan ,atau buah, penggunaan pada mineralogi dan arkeologi, kriminologi (memeriksa sidik jari, atau bercak darah yang sudah mengering), memeriksa keaslian uang kertas.
UV Untuk Disinfeksi
Proses pembersihan mikro organisme (antara lain, bakteri, alga, spora bakteri) dikatakan disinfeksi. Pembasmian mikro organisme dapat dilakukan dengan, pemanasan, penyaringan (filtrasi menggunakan teknologi membran), atau penyinaran dengan UV.
Tidak semua mikro organisme bereaksi pada selang waktu yang sama terhadap radiasi UV dengan panjang gelombang 252,7 nm mudah diserap oleh medium di mana mikro organisme hidup baik pada gas, zat padat maupun pada zat cair.
Dosis mikro organisme yang terbasmi tergantung pada intensitas UV yang digunakan. Berbeda dengan sterilisasi, disinfeksi tidak selalu membasmi semua mikro organisme karena pada dosis tertentu keberadaan mikro organisme tersebut masih aman.
Untuk mendapatkan persentase dosis disinfeksi dapat digunakan persamaan sebagai berikut: 
Rumus Untuk Mendapatkan Persentase Dosis Disinfeksi
Rumus Untuk Mendapatkan Persentase Dosis Disinfeksi
Pada industri makanan dan farmasi, disinfeksi dilakukan terhadap produk maupun kemasannya. Kelemahan disinfeksi menggunakan UV pada industri makanan:
-        Beberapa jenis rnakanan yang permukaannya kasar sebagian mikro organisme tidak terkena radiasi
-        Beberapa jenis makanan jika teradiasi UV dapat berubah warna atau rasanya.
UV Untuk Penjebak Seranga
Radiasi UV menarik serangga untuk menghampirinya. Penjebak serangga terdiri dari sumber radiasi UV-A yang di luarya dilengkapi 2 kurungan terbuat dari kawat luar berjarak 1 cm satu sama lain.
Baca:
Kurungan dalam diberi tegangan 3 hingga 5 kv, sedangkan kurungan luar dibumikan. Serangga yang datang menghampiri sumber radiasi UV akan menyentuh kurungan dalam sekaligus kurungan luar, sehingga terkena tegangan tinggi akibatya tubuh serangga dilewati arus yang besar sehingga serangga mati (kering).
UV Untuk Terapi Sinar
Sejak lama diketahui bahwa sinar matahari (ada komponen UV nya) mempengaruhi kesehatan kulit. Tetapi terkena sinar matahari dalam selang waktu yang lama menyebabkan kulit "terbakar" atau erythema.
Sinar matahari yang samai ke bumi mengandung sinar UV-A, dan UV-B, tetapi tidak mengandung UV-C. Penetrasi UV terhadap kulit tergantung panjang gelombangnya.
Penetrasi tersebut mempengamhi fungsi ketahanan kulit bagian atas (UV-B dan UV-C), sedangkan UV dapat mempengaruhi fungsi aliran dalam pada kulit. Radiasi UV juga dapat membentuk vitarnin D3 di dalam tubuh yang berfungsi menyehatkan tulang dan dapat mencegah rakhitis.
UV Untuk Sumber Radiasi UV
Busur cahaya yang dihasilkan lampu karbon merupakan salah satu sumber UV, namun yang paling praktis memanfaatkan lampu pelepasan gas sebagai sumber radiasi UV.
Lampu merkuri tekanan rendah (TL) maupun lampu merkuri tekanan tinggi, atau lampu metal halida dengan beberapa modifikasi dapat menjadi sumber radiasi UV karena pada hakekatnya lampu-lampu tersebut sejak semula menghasilkanUV.
Keberadaan UV inilah yang menjadi alasan dibuatnya bola lampu luar pada lampu-lampu SON, SOX, Lampu Merkuri, Lampu Metal Halida. Faktor yang mempengaruhi intensitas UV pada lampu pelepasan gas adalah, gas pengisi kaca yang digunakan untuk tabung lampu (lazimnya harus tahan temperatur tinggi), dan keberadaan serbuk fluoresen pada bagian dalam tabung.
Gas Pengisi yang lazim digunakan pada sumber radiasi UV adalah, merkuri, metal halida, atau xenon.
Gas merkuri pada TL menghasilkan UV-C, sedangkan pada lampu merkuri tekanan tinggi menghasilkan UV-A dan UV-B dengan level tertinggi pada panjang gelombang 185 nm.
Metal halida. Keberadaan metal halida pada lampu merkuri tekanan tinggi memperbaiki distribusi spektrum. Meal halida (yang lazim adalah metal iodida) yang digunakan seperri ditunjukkan pada tabel dibawah:
Tabel metal halide untuk sumber radiasi UV
Metal Iodida
Panjang Gelombang Ynag Dihasilkan
Antimony iodida (Sbl2)
207 hingga 327 nm
Magnesium iodide (Mgl2)
285 hingga 384 nm
Plumbum iodide (Pbl2)
345 hingga 353 nm
Besi iodide (Fel2)
372 hingga 440 nm
Gallium iodide (Gal3)
403 dan 417 nm
Thalium iodide (TII)
535 nm
Kobalt iodide (Mgl2)
345 hingga 353 nm

Xenon, merupakan gas mulia yang jika digunakan pada sumber UV dengan tekanan tinggi akan menghasilkan spektrum radiasi yang hampir kontinyu dengan range yang lebar yaitu antara UV gelombang pendek hingga IM gelombang menengah. Pada kondisi dingin rekanan xenon pada sumber UV sekirar 10 kpa (0,1 atm).
UV Untuk Bahaya Radiasi UV
Di samping bisa digunakan untuk memperbaiki kesehatan, UV juga dapat membahayakan kesehatan. Faktor yang mempengarufti bahaya UV adalah intensitas radiasi, panjang gelombang, waktu, dan bagian tubuh yang terkena radiasi.
Karena keberadaannya dapat membahayakan maka agar aman beberapa negara membatasi konsentrasi ozon di dalam ruangan kerja. WHOmerekomendasikan 100 hingga 2OO mg/m3 (3,5 hingga 7 ppm) Radiasi UV mempunyai pengaruh terhadap kulit yang disebut eritema. Radiasi UV tinggkatan sedang 1 menyebabkan memerah-nya kulit, sedangkan pada tingkatan tinggi dapat menyebabkan kulit mengeluarkan darah.
Salah satu cara mengindari pengaruh UV tersebut digunakan tabir surya. Terkena UV-A pada waktu yang lama bisa menyebabkan menuanya kulit (keriput) dan meningkatkan resiko kanker kulit.
Radiasi UV sangat berbahaya bagi mata, karena terkena dalam waktu singkat bisa menyebabkan fotokeratitis (peradangan kornea), conjunctifitis (peradangan konjungtif) dan ganggguan yang lebih berbahaya adalah merusak retina mata.
Panjang gelombang UV yang berbahaya adalah 300 nm dan pada 270 nm paling signifikan penyebab fotokeratitis. Mata yang terkena UV dalam jangka panjang bisa menyebabkan katarak.
Unruk melindungi mata dari radiasi UV digunakan kaca mata hitam yang kepekatannya disesuaikan dengan intensitas UV.

0 komentar