Kebutuhan Lampu Untuk Penerangan | SITUS TEKNIK SIPIL

Kebutuhan Lampu Untuk Penerangan

Postingan sebelumnya yang memaparkan sistem penerangan dikategorikan menjadi 5 klasifikasi, tiba saatnya untuk postingan berikut ini menjelaskan terkait pengaturan penerangan dalam ruangan yaitu tentang kebutuhan lampu untuk penerangan. Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya bahwa ini merupakan mata kuliah teknologi pencahayaan.

Kebutuhan Lampu Untuk Penerangan
Aspek pencahayaan menentukan kebutuhan lampu demikian pula teknik indtalasi penerangan dan perawatannya. Rekayasa penerangan dan faktor pemakai perlu diperhitungkan agar didapat kualitas penerangan yang memadai.
Faktor yang menentukan kualitas penerangan adalah kuat penerangan (lux), distribusi cahaya, silau seminimal mungkin, arah pencahayaan dan tata letak lampu, warna cahaya dan efek pencahayaan.
Untuk menentukan kebutuhan daya maupun jumlah lampu di dalam ruangan, yang perlu ditentukan kuat penerangan yang diperlukan. ESI (Equal sphere lllumination) membuat standar kuat penerangan pada berbagai ruangan seperti ditunjukkan pada tabel dibawah ini.

Jenis Bangunan Atau Tempat Lux
Industri pesawat terbang, pabrikasi bagian:
Pengeboran, pengerasan, sekrup, pengelingan 750
Asembaling akhir 1000
Hangar untuk perbaikan pesawat 1000
Asembling:
Kasar 300
Sedang 1000
Halus` 2000
Penjilidan buku
Pemotongan, penjahitan,pelubanngan 750
Embossing, pemeriksaan 2000
Industri kimia
Area pabrik 200
Ruang pencampuran 300
Injeksi dan kalendering (industry plastic) 500
Ruang pengendali 500
Laboratorium 750
Ruang pemeriksaan warna 1000
Pabrik keramik
Pencetakan, pengepresan, pembersihan dan kelengkapan 300
Pewarnaan 1000
Industri kelistriakan
Penggulungan (pembelitan) 500
Pekerjaan Asembling:
Halus 1500
Sangat halus 200
Garasi mobil
Tempat perbaikan (reparasi) 1000
Area untuk lalu lalang 200
Tempat parker:
Jalan masuk 500
Jalur lintasan 100
Gudang 50
Usaha pencucian dan penyetrikaan pakaian
Pencucian 300
Penyetrikaan 500
Mesin, penekanan akhir, sortir 750
Pabrik kulit
Pembersihan, pementangan, penyamakan 300
Pekerjaan akhir, scarfing 1000
Bengkel bermesin
Pengelasan 300
Pekerjaan kasar 500
Pekerjaan setengah halus 1000
Pekerjaan halus 2000
Bengkel pengecatan
Penyemprotan 500
Pengecatan halus dengan tangan 1000
Poles dan pengeringan 500
Industri Pengecatan
Pemeriksaan warna 2000
Komposisi 1000
Pengepresan 750
Pembacaan/koreksi 1600
Pabrik kaca
Ruang pencampuran bahan 200
Ruang pembentukan dan peniupan 300
Ruang dekorasi 500
Ruang etsa 750
Kantor dan bank
Lobi 500
Tellers, penyimpanan 1500
Tempat umum 150
Koridor, tangga berjalan 200
Hotel dan motel
Kamar mandi (secara umum) 100
Ruang bercermin pada kamar mandi 300
Tempat tidur/membaca 50/200
Lobi depan 750
Ruang untuk umum 200-400
Ruang pelayanan 100-200
Dapur 200-400
Tempat lain 300
Sekolah
Tempat membaca:
Buku cetakan 300
Tulisan pensil 750
Hasil fotocopy yang bagus 300
Hasil foto copy yang jelek 1000
Kelas:
Papan tulis 1600
Ruang gambar 1000
Laboratorium 1000
Ruang kuliah
Umum 750
Kelas baca, peragaan dan demonstrasi 1600
Bengkel 1000
Aula 750
Koridor 200
Perpustakaan 750
Kantor pos
Lobi 300
Ruang sortis surat 1000
Gudang 200
Koridor 200
Restoran
Ruang makan dan kasir 500
Penerangan sekeliling ruang makan 200
Ruang berpenerangan remang-remang 30
Dapur 30
Teater
Auditorium 50
Selama waktu jeda 1
Foyer 50
Lobi masuk 200
Permukaan berwarna terang 50-150
Permukaan agak berwarna gelap 150-300
Permukaan berwarna gelap 200-500
Bendera 500
Took dan tempat pamer
toko konvensional 300
Swalayan 500
Supermarket 750
Ruang pamer 500
Tempat ibadah
Ruang untuk jamaah 100
Mimbar (untuk khotbah) 150
Jumlah sumber penerangan yang diperlukan (n) pada suatu ruangan dapat dihitung menggunakan persamaan dibawah ini:
Rumus Jumlah Sumber Penerangan
Rumus Jumlah Sumber Penerangan 
Banyaknya sumber cahaya adalah banyaknya lampu (n) dibagi dengan lampu tiap sumber penerangan (n), contoh satu rangkaian lampu fluoresen yang dihubungkan tandem maupun duo umumnya tiap sumber cahaya (armatur) terdiri dari 2 lampu.
Koefisien pemakaian (kn) dipengaruhi oleh distribusi cahaya, dan bentuk geometri ruangan. Besarnya Koefisien pemakaian (kn) dapat dilihat pada tabel.
Tabel Koefisien Pemakaian

Jenis distribusi cahaya (jenis penerangan) Perkiraan koefisien
Penerangan langsung
0,60 hingga 0,45
Sebagian besar langsung
0,55 hingga 0,40
Merata (menyebar)
0,50 hingga 0,35
Sebagian besar tak langsung
0,45 hingga 0,35
Tidak langsung
0,35 hingga 0,20
Tidak langsung (penerangan lampu hias pada tembik)
0,20 hingga 0,10
Koefisien pemakaian merupakan efisiensi penerangan (np) yang dipengaruhi oleh fakror depresiasi (fd). Sehingga Kp = np. fd.
Untuk mendapatkan keserasian penerangan maka jarak pemasangan masing-masing sumber penerangan disarankan memperhatikan suatu faktor jarak, yaitu perbandingan jarak terdekat antar sumber penerangan dengan ketinggian lampu dari bidang kerja.
Hal ini dimaksudkan agar diperoleh kerataan cahaya pada bidang kerja. Untuk lampu simetri (TL) faktor ini dihitung untuk bidang melintang tegak lurus dan sejajar lampu. Sebagai patokan besarnya faktor jarak tidak melebihi 1,5. Jika factor jarak melebihi 1,5 dianggap tidak layak.

Sekian dan terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca blog ini, dan semoga bisa melengkapi referensi kalian semua. Untuk tulisan berikutnya di blog ini masih membahas perihal teknologi pencahayaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebutuhan Lampu Untuk Penerangan"

Post a Comment