Ilmu Ukur Tanah Part 1: Metode Pengukuran Polygon | SITUS TEKNIK SIPIL

Ilmu Ukur Tanah Part 1: Metode Pengukuran Polygon

Ilmu Ukur Tanah Metode Dan Aplikasi. Materi Ini merupakan ringkasan kuliah dalam bentuk blog untuk membantu pembaca mendapatkan referensi selain dari buku. Blog ini kumpulan ringkasan yang diuraikan bab demi bab diantaranya “Metode Pengukuran Polygon” yang akan dibahas pada halaman ini. Kemudian untuk pembahasan selanjutnya “Pemetaan Situasi” yang terdiri dari Maksud Pemetaan Situasi, Dasar Penggunaan Teori, Pekerjaan Lapangan, Perhitungan Dan Penggambaran SItuasai.

Berikutnya di bab 3 (tiga) membahas Penetuan Posisi Cara Triangulasi dan Trilaterasi. Bab 4 (empat) berisikan” Penentuan Azimuth Dengan Pengukuran Tinggi Matahari” yang terdiri dari Dasar teori (pengertian & Mkasud) dan peralatan, Pelaksanaan Pengukuran dan Perhitungan.

Pada Pemetaan Situasi Dengan Plane Table yang dibahas pada bab 5 (lima) terdiri dari pendahuluan, Peralatan, Diagram Hammer-Fennel, Cara Mengatur Alat Plane table berikut acara mengukur dengan alat plane table.

Bab 6 (Enam) Pengukuran Hidrografi yang membahas mulai dari pendahuluan, Metode Penentuan Posisi di Laut, Pengukuran Hidrografi dan Oscanografi dan yang terakhir Perencaan Survey.

Bab Terakhir dari ringkasan Ilmu Ukur Tanah adalah Transformasi Sistem Koordinat yang terdiri dari Tranlasi Sistem Koordinat, Rotasi Sistem Koordinat Dan Tranlasi dan Rotasi Sistem Koordinat.

Ringkasan Ilmu Ukur tanah di blog situstekniksipil terdiri dari 7 (tujuh) yang setiap bab akan menjadi pembahasan di postingan berikutnya. Untuk bab 1 berikut pembahasan di halaman ini.

Bab 1 (satu) membahas metodse pengukuran polygon yang merupakan salah satu metode yang dimaksudkan untuk menentukan posisi horizontal dari titik-titik di lapangan yang berupa segi banyak dengan melakukan pengukuran sudut dan jarak.

Lebih dekenal untuk merapatkan jaring control geodesi atau Bahasa dilapangannya untuk mendapatkan koordinat horizontal (X,Y) dari titik-titik di lapangan dengan tujuan sebagai acuan atau kerangka dasar untuk keperluan pemetaan maupun keperluan teknis lainya (pengembangan kota, Kadaster, Ground Kontrol dan lainya.

Data-data polygon

Yang dimaksud dengan data polygon adalah unsur-unsur yang diperlukan untuk dapat menghitung suatu polygon (koordinat). Unsur-unsur tersebut antara lain Sudut, Jarak, Azimuth atau sudut jurusan.

Perbedaan sudut, jarak dan azimuth adalah untuk sudut dan jarak merupakan data- data yang langsung diperoleh di lapangan, sedang azimuth merupakan data yang diukur atau data yang diperoleh dari hasil hitungan.

Peralatan Pengukuran Polygon 

Data yang diperlukan adalah sudut dan jarak oleh karena itu maka peralatan yang digunakan meliputi theodolite, kaki tiga lengkap dengan unting-unting at6au bisa juga mengunakan total station, alat pelengkap lainya seperti alat tulis, paying dan formular ukur untuk input data di lapangan.

Macam-Macam Polygon

Macam polygon dapat dibedakan menurut Bentuknya dan jenis pengikatnya

Menurut bentuknya ada 3 (tiga), yaitu:

·         Polygon Bercabang

·         Polygon Tetbuka

·         Polygon Tertutup (Kring)

Menurut Jenis Pengikatnya ada 2 (dua) yaitu:

·         Pengikatan Koordinat

·         Pengikatan Azimuth

Macam-Macam Polygon (Polygon Tertutup, Polygon Terbuka, Polygon Bercabang
Macam-Macam Polygon

Dibawah merupakan contoh Polygon dengan pengikat sempurna:

Polygon Terbuka Dengan Pengikat Sempurna
Polygon Terbuka Dengan Pengikat Sempurna

Diketahui: koordinat titik-1 (X1, Y1), titik-2 (X2, Y2), titik-3 [X3, Y3) & Titik-4 (X4, Y4)

Diukur       : B1, B2, B3, B4, B5

Jarak d1 s/d d4

Ditanya: kootdinat titik-A (XA, YA), titik-B (XB,YB), titik C (X|C, YC)?

Untuk menentukan koordinat titik-titik A, B dan C sebetulnya cukup hanya diperlukan 3 (tiga) buah data sudut dan 3 (tiga) buah data jarak, yaitu B1, B2, B3, d1, d2, d3. Tetapi karena yang diukur ada 9 (sembilan) buah data sudut dan jarak, maka terdapat ukuran Iebih. Menurut hitung perataan karena ada ukuran lebih maka dapat disusun persamaan syarat.

Persamaan Syarat tersebut dapsat ditenrukan berdasarkan rumus:

R= n-u

dimana:

r = banyaknya persamaan syarat (banyaknya ukuran lebih)

n = banyaknya data ukuran

u = banyaknya ukuran cukup.

Dari data-data diatas, maka r = 9-6= 3, ketiga persamaan syarat tersebut adalah:

·         Jumlah sudut-sudut yang diukur sama dengan selisih azimuth akhir dan azimuth awal ditambah dengan kelipatan dari 180 derajat.

·         Jumlah d.sin teta harus sama dengan selisih absis titik akhir dan absis titik awal polygon.

·         Jumlah d.cos teta harus sama dengan selisih ordinat titik akhir dan ordinat titik awal polygon.

Secara matematis ketiga persamaan syarat diatas dapat diturunkan sebagai berikut:

Ketiga persamaan syarat tersebut diatas, selanjutnya dipakai sebagai control hitungan sudut dan jarak. Tetapi karena adanya kesalahan-kesalahan dalam pengukuran, maka ketiga persamaan syarat diatas tidak terpenuhi, dengan perkataan lain ketiga persamaan syarat diatas berubah bentuknya.

Setelah postingan di halaman ini dengan judul “Metode Pengukuran Polygon”, untuk postingan berikutnya yaitu ringkasan ilmu ukur tanah tentang “Pemetaan Situasi” yang terdiri dari bab dan sub bab dan sebagai catatan Gambar yang tersedia memiliki ukran besar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ilmu Ukur Tanah Part 1: Metode Pengukuran Polygon"

Post a Comment